Jam setengah 7 pagi kami pulang, sampai di pelabuhan
Lembar jam 07.10 WITA. Dengan demikian kami tinggalkan pengalaman pertama
mengelilingi pulau Lombok. Kami langsung menaiki dek atas kapal kemudian duduk
santai pada kursi kayu dan makan kacang sambil menikmati angin laut yang sejuk.
Tidak lama berada disana karena matahari mulai memancarkan panas terik.
Jika dideskripsikan secara umum, jalanan pada Bali bagian utara cenderung berkelok-kelok dan menanjak, tidak seramai Bali bagian selatan, banyak persawahan yang menyejukkan mata sepanjang perjalanan. Jika menuju pelabuhan Gilimanuk, akan melewati jalan aspal yang membelah hutan, pohonnya tinggi-tinggi dan lapisan seresah yang cukup tebal, kalau tidak salah itu termasuk hutan lindung. Kondisi aspal mulus, tidak ada lubang. Saya hanya ingat waktu itu lewat Buleleng lalu Jln. Sisingamangaraja lalu tinggal ikuti plang penunjuk ke pelabuhan Gilimanuk.
Empat foto di bawah ini menggambarkan pelabuhan pada pagi hari
Aku paling senang lewat Bali bagian utara pas liat pemandangan hijau persawahan yang membentang di depan mata. Foto-foto di bawah ini saya ambil saat motor masih melaju, saya hanya menyuruh Raja supaya tidak terlalu cepat. Saya suka hasil gambarnya cukup bagus.
![]() |
| Ini plang penunjuk yang sempat difoto oleh Raja |
![]() |
| Gapura dekat pelabuhan Gilimanuk yang disinari lampu pada sore hari |










Tidak ada komentar:
Posting Komentar