Selasa, 03 November 2015

BALI

        Saya yakin ga perlu menjelaskan dimana letak pulau Bali, bagaimana keindahannya, bahkan saya pernah dengar pulau yang tidak sedikit turis mancanegara mengetahui Bali ada di Indonesia ini memiliki julukan paradise island.
       Eits, kalo kamu berharap mendapatkan rute perjalanan, itinerary atau seperti apa sih tempat wisata di Bali, lebih baik ga usah berlama-lama disini, kenyataannya saya hanya numpang lewat dan tidak mengunjungi satu pun disini.
         Sangat dianjurkan membaca postingan saya sebelumnya biar lebih ngerti, mengapa judul posting Bali tapi tidak menceritakan tempat wisata di Bali.


         Kita berdua sampai di pelabuhan Gilimanuk pas maghrib jadi udah mulai gelap. Berbeda dengan orang-orang yang sudah booking hotel atau minimal bakal tau tidur dimana pas sampai Bali, kami malah ga tau apa-apa, termasuk pas ada pemeriksaan oleh beberapa polisi di pelabuhan. Raja menyuruh saya yang di duduk di depan, okelah. Skip. Kendataan yang keluar dari kapal Ferry memang berjalan pelan-pelan, kalo saya malah sengaja biar bisa sedikit lebih lama menjelajah pemandangan pelabuhan di Bali, maklum baru pertama kali. Hahaha keliatan norak? Biarin sih. Kemudian saya coba cari tau kenapa kendaraan di depan saya berhenti, mendongakkan kepala ke atas sedikit dan yeah terlihat beberapa polisi seperti sedang merazia motor. Akhirnya giliran kita pun hampir tiba lalu polisi berkata : “SIM dan STNK”, saya pun mengeluarkan SIM dan STNK.
Ternyata ada lagi pemeriksaan kedua, semakin penasaran saya, ada apaan lagi sih, tadi kan udah, lalu saya melihat pengendara di depan dan orang yang dibonceng mengeluarkan KTP. Nah, tanpa pikir panjang, alih-alih saya ikut mengeluarkan kartu identitas tersebut, saya malah menyuruh Raja mengeluarkan KTPnya sambil mengemukakan alasannya di depan ada pemeriksaan KTP. Pas giliran kita, saya malah nanya ke pak Polisi, “Ini pemeriksaan apa, pak?” Dia bilang KTP, baru saya mengeluarkan KTP dari dompet. Selepas melewati polisi, Raja sempat heran tadi kenapa nyuruh siap-siap mengeluarkan KTP, udah tau bilang ada pemeriksaan KTP, tapi malah nanya ke pak polisi ada pemeriksaan apaan dan sendirinya belum mengeluarkan KTP. Hahaha suka ketawa kalo inget kejadian itu.
Tidak jauh dari pelabuhan, sekitar 10 menit berlalu dengan kecepatan sedang, melihat ada rumah makan masakan jawa, ya kita mampir isi perut dulu baru sholat di masjid yang berada di depannya, seberang jalan. Waktu itu masjidnya sedang direnovasi.
Keesokan harinya sehabis sholat shubuh langsung melintasi Jln. Denpasar- Gilimanuk. Jalanan aspal mulus dan sisi kanan dan kiri banyak pohon ini pasti dilibas oleh pengendara dengan kecepatan tinggi.


Foto pertama yang saya ambil saat tiba di Bali

Raja menyarankan lewat Denpasar biar tau gimana ibu kota provinsi Bali, oke bolehlah kita lihat-lihat jalanannya seperti apa. Lalu dia bilang belok kanan ke Nusa Dua, “wuih mau lihat pantai Bali kau, ja?”, ucap saya.
“gpp lah mampir sebentar aja”, oke saya arahkan motor kesana. Ternyata jalanan padat oleh mobil dan kondisi cuaca yang semakin panas membuat perut terasa lapar, kita makan di angkringan di pinggir jalan, ya iyalah kalo di tengah jalan bakal ditabrak mobil. Haha apa sih.
      Perut sudah kenyang, kali ini giliran Raja mengendarai motor, dia bilang ga jadi ke Nusa Dua, males jalanan masih macet jadi dia memutar arah, lah ngapain tadi belok kanan ke arah Nusa Dua kalau ternyata kaga jadi, lalu kita melewati pasar seni Sukawati, hingga terus menuju ke pelabuhan Padang Bai. Kita sampai di pelabuhan Padang Bai sekitar jam setengah 12 dan kapal baru berangkat setengah jam kemudian.


Pemandangan ke arah darat pas sudah naik kapal Ferry jam setengah 12



Sampai jumpa Bali !
Ceritanya lanjut nanti yaa, bersambung (lagi) deh.

Tidak ada komentar: