Minggu, 08 November 2015

Toward Mataram City

            Sekali-sekali lah pake judul bahasa Inggris, kalo bahasa Indonesia terjemahannya “Menuju Kota Mataram”. Baca postingan saya sebelumnya yang ini biar ngerti, atau mulai dari pertama, klik disini.

Saya masih ingat saat kita sedang berada di Denpasar, saya ingin menelepon wa (kakak ibu) saya kalau kita mau ke rumahnya, namun Raja menyarankan memberitahu beliau pas sudah naik kapal Ferry di pelabuhan Padang Bai. Saya menelepon beliau, menceritakan kita baru berangkat dari Padang Bai dan mau main ke rumah beliau lalu beberapa menit kemudian, ada sms masuk berisikan alamat rumahnya, langsung aku catat di tiket kapal supaya berjaga-jaga jikalau baterai hpku habis.

Sekitar 20 menit sebelum kapal berlabuh, aku melihat pemandangan yang apik dan langsung mengeluarkan hp untuk mengambil gambar.

Lekukan pulau yang terlihat saat kapal akan berbelok kiri sebelum memasuki Lembar
Eh, ternyata ada kapal yang berlabuh disini terlebih dahulu, nih penampakan kapal Feri tersebut.


Perjalanan panjang dan melelahkan plus belum mandi lebih dari 2x24 jam (hahaha mampus baunya kaya apa tuh) akhirnya kita berhasil mencapai pelabuhan Lembar (baca huruf “e” seperti mengucapkan ember, bukan kertas).
Meskipun ada plang penunjuk mengarahkan ke kota Mataram belok kanan dari pelabuhan, namun saya mengambil belok kiri karena kita penasaran bagaimana kampung dekat pelabuhan, Raja juga bilang tadi lihat ada masjid disana pas masih di atas kapal.
Sayangnya hp sedang lowbat dan tidak bisa mengambil satu gambar pun disana. Kita menemukan masjid dan shalat ‘Ashr lalu melewati jalan yang tadi menuju kota Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.
Saya bertanya 2x dimana perumahan, tempat rumah uwa saya berada kepada orang di pinggir jalan, kondisi sudah gelap dan sempat tersesat sampai melihat sekilas Mataram Mall (cuma dari jalanan, tidak masuk) lalu saya memutar balik (kayanya pas putar balik waktu itu lawan arah deh) haha parah, untung kaga ditilang, tapi saat sudah menemukan komplek perumahan tersebut, bagi saya tidaklah sulit menemukan rumahnya padahal beliau bilang banyak orang kebingungan, tanya  ke orang dimana rumah uwa saya.
Saya tidak tahu tiba jam berapa, yang kuingat saat itu aku sangat senang dan tidak menyangka sudah sampai sini, Mataram, Lombok, NTB.

Saat hendak tidur pun, aku masih seperti tidak percaya kalau malam ini kami berdua tidur di Lombok.
"Ja, ni beneran kita lagi di Lombok? Gila ga nyangka banget, berasa mimpi nih." ucapku di atas dipan (ranjang kasur), sedangkan dia memilih tidur di lantai beralaskan kasur.


Mau tau kita pergi kemana aja di Lombok keesokan harinya? Tunggu postingan saya berikutnya yaa, dijamin seru dan tentu saja luar biasa. Hahaha semoga saya ga bikin kalian makin penasaran.

Tidak ada komentar: