Sebenarnya
tidak pernah terbayangkan bakal ke air terjun Sendang Gile, jadi setelah dari
Gili Trawangan, kita berdua mencoba menyisir Lombok Utara, jalanan menanjak
lalu buntu sampai ada tulisan di sebelah kiri pos pendakian Gunung Rinjani,
disana banyak orang-orang bersepatu gunung, membawa carrier besar, sleeping bag,
tongkat pendakian, lalu kutengok di sebelah kiri malah hutan- tentunya tidak
ada jalan beraspal.
“Wuah, buntu, ga ada jalan lagi, piye, kapan kita
naik (gunung Rinjani-maksudnya)?”
“Whaha naik gunung, kita aja ga ada persiapan”,
kataku sambil setengah tertawa. “Iya kita muter aja turun ke bawah lewat jalan
yang tadi”, sambungku.
Saya
bilang ke Raja kalau tadi saya liat ada pintu masuk ke air terjun gitu di
sebelah kiri jalan, lalu aku menyuruhnya memperlambat laju motor sambil liat ke
arah kanan, dan meskipun sempat terlewat beberapa meter, saya langsung menunjuk
itu tuh ada di belakang. Puter balik dan aku tanya ke petugas loket pintu
masuk, masih buka atau tidak, lalu petugasnya bilang:
“Udah mau tutup jam 4, 10 menit lagi, tapi ya gpp
deh ntar jam 4 lewat dikit baru tutup. Kalau cuma liat Sendang Gile masih bisa,
tapi kalau yang air terjun yang satu lagi (saya lupa namanya), ga bisa soalnya
lebih jauh, mau tutup.”
Petugasnya
juga bilang sekitar 15 menit jalan kaki menuju air terjun, tapi kita berdua
cuma 5 menit sudah sampai, gile ternyata cepet juga kita turun melompati anak
tangga sepanjang jalan. Haha
Pas
naik tangga mau pulang, saya merasa payah, ngos-ngosan,
Raja meninggalkanku sampai tidak tampak dirinya. Ternyata dia berhenti lalu
bertanya:
“Kenapa lama banget kau, cepat udah mau tutup.”
“Cape, istirahat bentar lah, susah ngejar kau.”
Tapi dia tidak menggubris dan kita melanjutkan
menaiki sampai tiba di pintu keluar.
Saking
capenya, rasanya saya ingin tidur pas sudah keluar, mana ga ada air putih lagi.
“Jangan pingsan disini”, ejek Raja.
“Ayolah pulang, udah sore”, sahutku.
Saya
suruh Raja mengendarai motor dan kita sampai rumah wa saya ketika hari sudah
gelap.Oiya, pas perjalanan pulang kan saya jadi navigator, saya bilang arahnya, belok dimana, nah saya masih ingat Raja berkata di tengah jalan:
"Tumben kau cepat hafal jalan"
"Ah jalan di Mataram mah gampang, gini-gini aja, banyak yang lurus."
Padahal dia ga tau aja, saya sambil liat hp menyalakan GPS. Hahaha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar