Selasa, 29 Desember 2015

Without itinerary

            Udah pada tau dong itinerary tuh terjemahan bahasa Indonesianya apaan? Itinerary tuh rencana perjalanan, ya biasanya isinya mencakup tempat-tempat yang mau dikunjungi, hotel atau tempat penginapan.
Mungkin belum pernah ada ya orang yang sudah melakukan perjalanan yang terbilang cukup jauh, malah ga tau mau kemana pas udah sampe sana.
Seperti judul yang saya tulis, kalau kalian mau liat daftar itinerary, berarti Selamat! Anda sudah nyasar baca tulisan saya kali ini. Disini saya hanya menceritakan bagaimana keseruan berkeliling di Lombok (naik motor).

Yup, dari awal saya memang ga tau mau kemana di Lombok selain rumah wa, cuma tau pantai Senggigi yang sudah sangat familiar banget kalau pantai tersebut ada di Lombok, bahkan saya pernah baca ada ungkapan “belum ke Lombok kalau belum ke pantai Senggigi”. Nah lho, faktanya saya dan Raja tidak ke pantai yang terkenal itu! Berarti kita belum bisa dibilang pernah ke Lombok nih? Yowes ben.
Sebenarnya saya sudah baca-baca sih di Internet (sebulan sebelum kita berangkat tempat-tempat wisata di Lombok, dan setau saya ada gunung Rinjani yang ga mungkin lah saya daki secara ga ada persiapannya. Lalu ada banyak pantai juga. Jadi pas sebelum tidur saya sempet browsing sebentar cari yang terkenal di Lombok tuh apaan, dan ketemu Gili Trawangan.
“Besok kita kesini, ja!” seruku kepada Raja.
            Keesokan paginya setelah sholat Shubuh, saya nanya ke sepupuku kemana arah Gili Trawangan, terus dikasih tau nyebrang lewat pelabuhan Bangsal, pantai Senggigi kesana lagi, nanti ada perempatan belok kiri ada gapura bertuliskan pelabuhan Bangsal.
Saya dikasih tau wa saya bahwa Gili dalam bahasa Lombok tuh berarti pulau kecil.
Setelah sarapan, kami berangkat. Jalanan lengang, aspal disini juga mulus seperti di Bali. Tadinya saya berniat mampir terlebih dahulu ke pantai Senggigi sebelum ke Gili Trawangan.
Saat itu saya nebak, “Ja, kayanya itu pantai Senggigi deh” sambil menunjuk ke pantai yang terlihat.. Tapi pas dicari tengok ke kiri, mana pintu masuk ke pantai Senggigi, kayanya waktu itu kelewatan deh.
Sempat berhenti ke pantai apa ga tau namanya, saya ragu apa benar ini pelabuhan Bangsal, kok sepi. Akhirnya saya bertanya menyebrang ke Gili Trawangan berapa harganya, lalu saya mendapat informasi Rp 1,5 juta, perahunya bisa muat 6 orang, perjalanan hanya 10 menit katanya. Bagi kami yang modal pas-pasan tentu sangat tidak mungkin naik fast boat, memang sih lebih cepat tapi harus siap merogoh kocek yang dalam.
Kemudian saya teringat dengan ucapan sepupu saya nanti pas ada perempatan belok kiri, nah disitu pelabuhan Bangsal. Setelah beberapa menit, tidak tahu kenapa tangan saya membelokkan stang motor ke kiri dan yes ketemu. Ooo ini Bangsal yang kita cari.
Dari pelabuhan Bangsal kita bisa ke 3 Gili yaitu Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Manajemen disana sudah terbilang cukup baik soalnya ada loket pembelian karcis menyebrang, setiap 10 atau 15 menit sekali pasti perahu berangkat. Tarif naik perahunya tergantung tujuannya, Gili Trawangan pada Agustus 2014 sih Rp 13.000 sedangkan Gili Air dan Gili Meno lebih murah 10 atau 11 ribu gitu, lupa.

Nantikan tulisan saya di Gili Trawangan yaa..

Tidak ada komentar: